-->

Iklan Header

Konfigurasi Routing Dinamis (RIP) 2 Router

Syarat utama dalam komunikasi antar perangkat jaringan adalah masing-masing harus mengenal sesamanya. Identitas pengenal perangkat ini adalah berupa sebuah alamat yang identik (IP Address). Sedangkan untuk perangkat antar jaringan yang berbeda membutuhkan sebuah perangkat tambahan yang mampu meneruskan paket-paket yang dikirim ke perangkat yang berada di jaringan yang berbeda. Perangkat-perangkat ini bisa terhubung melalui jalur-jalur (rute-rute) yang sudah ditentukan. Rute-rute ini Dijalankan pada perangkat yang bernama Router. Proses untuk mendapatkan informasi rute-rute dari jaringan satu ke jaringan yang lain disebut Routing. Routing bisa didapatkan secara statis maupun dinamis (Static Routing dan Dynamic Routing). Untuk konfigurasi Routing statis (Static Routing) bisa dilihat di postingan cara konfigurasi Routing Statis  Kali ini kita akan mencoba belajar tentang Routing Dinamis yang paling dasar. Gambaran mudahnya kalau kita bicara tentang Routing adalah layakanya ketika kita akan bepergian keluar kota menggunakan sarana transportasi. Misal, kita akan ke Surabaya dari Malang, maka melewati jalur/rute mana saja untuk bisa sampai ke kota tujuan. Lewat manapun bisa yang penting sampai ke tujuan. Rute/jalur ini bisa kita tentukan sendiri atau jika kita ga pengen ribet kita serahkan kepada driver-nya (apa kata sopir). Pemilihan rute/jalur yang kita tentukan sendiri ini biasa kita sebut Routing Statis (Static Routing). Sedangkan untuk pemilihan jalur yang kita serahkan pada seorang sopir biasa kita sebut Routing Dinamis (Dynamic Routing).
Beberapa contoh dari Routing Dinamis sebagai berikut :
1. RIP
2. OSPF
3. IGRP/EIGRP
4. IS-IS                                                                    sumber :  wikipedia


Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi dasar Routing Dinamis (RIP):
Dalam praktek kali ini kita akan membuat topologi jaringan yang sederhana menggunakan Cisco Packet Tracer seperti pada gambar berikut :
Tujuan kita adalah bagaimana komputer di Lab A bisa terhubung dengan komputer B di Lab B. Ketentuan dari alamat Network pada gambar diatas adalah :

  • Net ID Lab A = 192.168.100.0/24
  • Net ID Lab B = 192.168.200.0/24
  • Net ID antar Router = 10.10.10.0/30
Tabel Pengalamatan IP Address 



Setting IP Address pada Router A :
Interface Fa 0/0 yang terhubung ke Router B

Interface Fa 1/0 yang terhubung ke PC A

Setting IP Address pada Router B :
Interface Fa 0/0 yang terhubung ke Router A

Interface Fa 1/0 yang terhubung ke PC B

Setting IP Address pada PC A :

Setting IP Address pada PC B :

Meskipun semua perangkat sudah terkonfigurasi IP Addressnya, namun jika kita lakukan uji koneksi (PING) dari PC A ke PC B masih belum terhubung. 
Uji koneksi dari PC A ke Gateway 

Uji koneksii dari PC A ke PC B

Sedangkan uji koneksi dari PC B ke PC A juga belum berhasil/terhubung
Uji koneksi dari PC B ke Gateway

Uji koneksi dari PC B ke PC A

Hal ini dikarenakan belum adanya Rute-rute penghubung antar jaringan pada masing-masing perangkat Router. Sehingga koneksi antar PC belum berhasil.

Untuk itu perlu kita tambahkan rute-rute penghubung masing-masing peragkat. Rute-rute ini nantinya tersimpan dalam Tabel Routing (Routing Table) di perangkat Router. Konsep dasar dari routing dinamis (RIP) ini adalah mendaftarkan semua alamat network/jaringan yang terhubung pada perangkat Router tersebut pada Tabel Routing. Pada contoh topologi diatas masing-masing Router terhubung pada 2 jaringan yang berbeda. Maka cara memasukkan/input rute nya adalah sebagai berikut :

Pada Router A
Karena router A terhubung pada jaringan 192.168.100.0/24 dan 10.10.10.0/30 maka kita tambahkan rute nya pada Tabel Routing


Pada Router B
Karena router B terhubung pada jaringan 192.168.200.0/24 dan 10.10.10.0/30 maka kita tambahkan rute nya pada Tabel Routing

Selanjutnya kita coba uji koneksi lagi dari PC A ke PC B, hasilnya sebagai berikut :
Uji koneksi dari PC A ke PC B

Uji koneksi dari PC B ke PC A

Hasil dari uji koneksi antar PC tersebut sudah berhasil dan terhubung dengan baik. Inti dari praktek Routing Dinamis ini adalah pada pengisian Gateway dan Tabel Routing pada perangkat Router.

Demikian tutorial tentang konfigurasi dasar Routing Dinamis (RIP) menggunakan 2 Router. Mohon maaf jika ada beberapa langkah konfigurasi yang belum sempurna.

Keep Reading...






Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Konfigurasi Routing Dinamis (RIP) 2 Router"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel